banner 1

Pemerintah Kaji Kebijakan Subsidi Tetap BBM Untuk 2014

Jakarta – Pemerintah berencana kembali mengkaji kebijakan subsidi tetap untuk bahan bakar minyak (BBM) guna diterapkan pada tahun depan, seperti yang saat ini dilakukan pada subsidi bahan bakar nabati (BBN).

Menteri Keuangan Chatib Basri menuturkan, pemerintah akan mengkaji kebijakan subsidi tetap pada bahan bakar minyak (BBM), untuk dapat diterapkan mulai tahun depan. Saat ini, Badan Anggaran DPR RI pun sudah memberikan dukungan pada pemerintah untuk menerapkan kebijakan tersebut guna mengurangi beban subsidi BBM pada APBN.

“Banggar dan pemerintah itu membicarakan supaya pemerintah mengkaji kemungkinan subsidi yang tetap, tapi masih dalam tahap mengkaji. Selama ini ada kekawatiran dalam kebijakan subsidi tidak ada dukungan politik, tapi ini bagus sekali respon dari Badan Anggaran,” ujar Chatib usai rapat kerja dengan Badan Anggaran terkait Kerangka Pokok Makro dan Kebijakan Fiskal RAPBN 2014 di Jakarta, Rabu (10/7).

Menurut dia, pemerintah akan melihat sejauh mana hal tersebut dapat dilakukan pada 2014. Namun, menurut dia, sebelum menerapkan kebijakan tersebut, pemerintah harus terlebih dahulu melihat feasibility dari kebijakan tersebut.

“Nanti pemerintah kaji, mana yang bisa, nanti dibicarakan lagi, kalau soal skema sebenarnya itu di pemerintah, jadi nanti dengan DPR sifatnya lebih konsultatif,” ungkap dia.

Chatib menilai, kebijakan subsidi tetap tersebut dapat mencegah besaran disparitas harga antara BBM bersubsidi dan BBM non subsidi. Dengan demikian, maka menurut dia, hal tersebut akan ikut mengurangi beban subsidi BBM yang harus ditanggung pemerintah.

Ketua Badan Anggaran Ahmadi Noor Supit menuturkan, subsidi seharusnya dapat disalurkan tepat sasaran, untuk itu, menurut dia Badan Anggaran mengusulkan agar pemerintah mengurangi besaran subsidi BBM. Untuk itu, dia pun meminta pemerintah untuk kembali mengkaji kebijakan pemberian subsidi tetap pada subsidi BBM agar subsidi BBM tersebut tidaj terus menerus membebani anggaran negara.

“Ada wacana, kalau subsidi BBN, Biodiesel, Bioethanol saat ini dipatok besarannya, kenapa subsidi BBM tidak dimungkinkan mematok besaran yang pasti seperti Rp 2.000 atau Rp 2.500. Supaya anggaran tidak terbebani oleh subsidi bbm. Kita minta pemerintah kaji,” ungkap dia.

Sumber:http://www.beritasatu.com/makro/124930-pemerintah-kaji-kebijakan-subsidi-tetap-bbm-untuk-2014.html

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply